SMA Don Bosco Padang Sandingkan Gelar Juara Putra dan Putri dalam DBL West Sumatera Series 2019

West Sumatera Series 2019

Tribun GOR Prayoga, Padang bergemuruh menyambut pertandingan pamungkas antara MA Ar-Risalah melawan juara bertahan, SMA Don Bosco. Pertandingan final tim basket putra ini, juga menjadi sebuah pertaruhan akan sejarah. MA Ar-Risalah, yang tahun ini kerap mengejutkan lawannya, optimis dapat meruntuhkan legasi dari sang jawara bertahan. Sedangkan, SMA Don Bosco yang memang telah tampil moncer sejak awal musim, berambisi bisa ‘kawin gelar’ tahun ini.

Kemenangan, adalah harga mati dari kedua tim. Ma Ar-Risalah ingin tercatat dalam sejarah. Dan Don Bosco juga ingin mengikuti jejak tim putri mereka yang terlebih dulu didapuk sebagai juara Honda DBL 2019 seri Padang. Atmosir panas pun begitu terasa memenuhi GOR Prayoga. Sejak tip-off, kedua tim langsung berupaya menampilkan performa terbaiknya. SMA Don Bosco, mencuri angka terlebih dulu saat pertandingan berjalan kurang dari satu menit.

Beberapa detik berselang, berkat sebuah fast break, mereka kembali menambah angka. Tak mau kalah, Ma Ar-Risalah pun segera membalasnya lewat sebuah tembakan under ring yang dilesatkan oleh guard Ikhwanul Ihsan. Di kuarter pertama, kedua tim saling berkejaran angka. Dengan impian yang sama, kedua tim tak ada yang mau mengalah. Alhasil, kuarter pertama dipungkasi dengan skor 11-18, SMA Don Bosco Padang unggul untuk sementara.

Namun di kuarter kedua, permainan MA Ar-Risalah menjadi loyo. Mereka tampak keteteran dengan gempuran dari segala lini yang dilancarkan oleh SMA Don Bosco. Sedangkan, sang juara bertahan bermain trengginas di kuarter kedua. Tak ayal, MA Ar-Risalah pun kesusahan mencetak angka karena lini belakang SMA Don Bosco yang super ketat.

Sabaliknya, lini belakang mereka kerap lengah. MA Ar-Risalah terbawa emosi. Beberapa kali mereka melakukan foul yang tak perlu. Kesalahan-kesalahan itu pun dimanfaatkan oleh SMA Don Bosco. MA Ar-Risalah hanya sanggup mencetak dua angka di kuarter dua, sedangkan Don Bosco, menyarangkan 28 poin di ring MA Ar-Risalah. Skor 15-46 memungkasi paruh pertama.

Kendati tertinggal dengan skor yang telak, MA Ar-Risalah masih memiliki paruh waktu kedua. Namun, bukannya memangkas ketertinggalan, mereka justru semakin sering kecolongan. Dengan skill pemain yang merata, serangan Don Bosco tak hanya bertumpu di satu orang saja. Duet maut antara guard Raihan Ashari, dan forward Muhammad Rizam kerap membuat MA Ar-Risalah kerepotan. Meskipun sering melakukan subtitusi dan rotasi pemain, tapi kualitas permainan SMA Don Bosco tak meredup.

Justru di kuarter ketiga, sang juara bertahan terus bermain agresif. Bukannya tanpa perlawanan, namun upaya MA Ar-Risalah mengintervensi jala lawan kerap diredam. Pasalnya, MA Ar-Risalah cenderung bermain individu. Mereka mengantungkan permainan kepada guard Azka Izz, dan Ikhwanul Ihsan. Para guard SMA Don Bosco pun tak memberi keduanya ruang gerak sedikit pun. Permainan MA Ar-Risalah menemui jalan buntu.

Berbeda dengan SMA Don Bosco. Permainan tim ini lebih pada kekompakan antar pemain. Itu bisa terjadi karena SMA Don Bosco memang skil pemainnya lebih merata. Akhirnya SMA Don Bosco lebih berhasil mengandalkan fast break agresif. Mereka juga akurat melakukan tembakan three point mematikan.

Malam ini MA Ar-Risalah boleh kalah. Namun, mereka pasti punya segudang bahan evaluasi sebagai bekal perjuangan di musim depan. Dan malam ini, SMA Don Bosco tak hanya berhasil menjadi juara. Mereka juga berhasil mewujudkan mimpi yang telah mereka pelihara hampir satu dekade ini: kawin gelar!

Kendati gagal, Dedi Zulfa, pelatih MA Ar-Risalah sama sekali tak kecewa dengan permainan anak didiknya. Baginya, semua sudah berusaha maksimal. “Tapi sayang, pada kuarter 1 dan 2 anak-anak mentalnya blank. Mereka tidak bermain lepas. Mungkin mereka sedikit tertekan melawan nama besar seperti Don Bosco,” katanya.

Dedi bangga timnya bisa meraih runner-up. Terlebih yang dihadapi di partai final adalah SMA Don Bosco. “Mereka adalah satu-satunya sekolah se-Sumatera Barat yang belum pernah kami hadapi. Itung-itung ini uji coba,” ujar Dedi.

Perjuangan tim putra dan putri SMA Don Bosco berakhir manis. Keduanya berhasil mengharumkan nama sekolah mereka, dengan keberhasilan mereka menjadi champion. Pelatih Don Bosco putra, Arief Baskoro mengatakan, performa anak didiknya malam ini sangat baik. DIa mengapresiasi kerja keras timnya di malam final ini.

(sumber : https://www.dbl.id/r/414/keren-sma-don-bosco-padang-sandingkan-gelar-juara-putra-dan-putri)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>

Created by Silvia Adiswan, S.Kom